ajahemat November 11, 2017

Dalam perjanjian kredit telah kita ketahui bahwa kredit mempunyai ikatan yang berhubungan dengan cicilan dan bunga. Perusahaan atau bank memberikan kepercayaan kepada nasabahnya guna memberikan kemudahan dalam transaksi pembayaran. Tentu pihak bank telah memberikan pinjaman nominal uang tak sedikit nominalnya. Oleh sebab itu nasabah diharapkan melakukan perjanjian kontrak piutang dengan tertib guna kelancaran bersama. Sering Anda jumpai banyak nasabah bank yang menyalahgunakan fasilitas bikin kartu kredit online yang diberikan bank. Misalnya banyak nasabah yang lari dari tanggung jawab untuk melunasi semua hutangnya dengan tepat waktu. Banyak nasabah yang termasuk dalam daftar kredit macet. Tentu hal ini sangat merugikan pihak bank. Padahal pada awal perjanjian nasabah telah menandatangani surat perjanjian kontrak yang sah statusnya dalam hukum.

Saat bikin kartu kredit online, sebelum terjadi perjanjian antara pihak bank dan pihak nasabah, bank telah melakukan observasi berupa survey yang di dalamnya ada pertanyaan tentang kesanggupan nasabah jika terikat kontrak piutang dengan bank. Mayoritas calon nasabah menyanggupi semua perjanjian yang telah disyaratkan oleh bank. Segala kesanggupan telah ditandatangani calon nasabah dan permohonan akan dikabulkan oleh pihak bank.

Pihak bank memberikan fasilitas bikin kartu kredit online yang fungsinya untuk memudahkan nasabah dalam melakukan pembayaran cicilan. Nasabah tak perlu datang langsung ke bank untuk membayarkan cicilan setoran. Program ini guna mencegah keterlambatan pembayaran setoran jika nasabah tak bisa menyetor cicilan secara langsung kepada bank karena suatu kesibukan. Tentu sebenarnya hal ini bertujuan untuk memudahkan nasabah karena ia bisa menyetor ditempat-tempat terdekat yang telah bekerja sama dengan bank.

Namun tahukah Anda jika tak sedikit kreditor yang menyalah gunakan fasilitas bikin kartu kredit online ini? Nasabah sering menjadikan kredit online sebagai ajang untuk mengulur-ulur pembayaran setoran dengan alas an tak mempercayai lembaga yang telah bekerja sama dengan bank tersebut. Padahal pihak bank tentu memberikan jaminan jika ada tindak penipuan pada lembaga yang digunakan sebagai tempat penyetoran sementara. Hal ini tentu membingungkan pihak bank. Karena program kredit online sebenarnya difungsikan untuk memudahkan nasabah. Namun opini nasabah tak sama dengan maksud dan tujuan dari pihak bank.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*