ajahemat December 6, 2017

Banyak alasan yang membuat seseorang tak bisa meneruskan pendidikan ke jenjang kuliah, salah satunya adalah dari segi finansial keluarga yang memang tak mencukupi. Hal ini sebenarnya dapat disiasati secara mudah, yaitu dengan cara mencari beasiswa atau menerapkan prinsip kuliah sambil kerja. Kenyataannya memang banyak orang yang bisa sukses dengan 2 hal tersebut, kuliah sambil kerja, di satu sisi ada pengalaman yang didapatkan di dunia kerja, pendidikan juga tak terbengkalai, mereka bisa terus kuliah hingga meraih gelar sarjana. Pendidikan tetap dapat begitu juga dengan karir, semuanya berjalan secara seimbang.

Hanya saja tentunya kuliah sambil kerja juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan, mengingat waktu menjadi terbagi-bagi hingga terkadang membuat tidak fokus. Tak hanya itu, dalam hal mengelola keuangan juga bukan sesuatu yang muda, apalagi jika kenyataannya gaji yang didapatkan dari pekerjaan tersebut tidak terlalu tinggi. Maka harus bisa me-manage pengeluaran secara tepat, sehingga nantinya tetap bisa melanjutkan jenjang perkuliahan secara nyaman.

Berikut ini setidaknya ada langkah mengelola keuangan bagi mahasiswa yang kuliah sambil bekerja, agar tak mengalami krisis, diantaranya adalah:

  1. Menghitung biaya kebutuhan sehari-hari, khususnya adalah biaya untuk kebutuhan makan dan juga jajan, kebutuhan yang satu ini menjadi anggaran yang sangat wajib, apalagi ketika Anda kuliah jauh dari rumah, pastinya ada tuntutan untuk mandiri, ngekos dan juga makan di luar biaya keluaran di rumah. Untuk itu anggaran wajib yang harus dipersiapkan adalah biaya makan ini. Hitung berapa kebutuhan normalnya dan tingkat maksimal jika sudah tak bisa mengontrol pengeluaran.
  2. Buat alokasi dana dari gaji dengan biaya kebutuhan selama kuliah, tak hanya untuk biaya makan saja, melainkan juga biaya untuk semesteran hingga uang ngekos. Biasanya akan ditemukan hasil yang signifikan, misalnya total untuk kebutuhan satu semester (dalam waktu 6 bulan) adalah sebanyak 15 juta rupiah, untuk semua biaya tersebut, sedangkan gaji Anda ketika bekerja adalah sebesar 3 juta rupiah, maka pastikan selalu ada sisa yang ditabung, hingga dalam jangka waktu 6 bulan mendapatkan 3 juta rupiah di buku tabungan.
  3. Jika bisa lakukan penghematan, untuk kebutuhan yang sudah dihitung secara matang tersebut jika bisa tetap tekan pengeluaran Anda, artinya karena bukan termasuk dalam patokan resmi, maka sebisa mungkin sebenarnya Anda tetap dapat menekannya, simpan sebagai uang cadangan atau biaya darurat untuk kebutuhan mendesak kedepannya.
  4. Jika bisa dapatkan beasiswa, mencari beasiswa untuk membantu keuangan Anda selama kuliah, hal ini juga akan sangat bagus guna menekan pengeluaran, dan membuat uang tabungan jadi lebih banyak.

Bukan hal yang mustahil jika Anda mau mencobanya, kuliah sambil kerja.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*