ajahemat January 11, 2018

Memiliki anak usia sekolah berarti Anda harus siap dengan segala kebutuhan sekolah mereka sebagai prioritas pengeluaran. Dari mulai uang seragam, uang sekolah hingga perlengkapan sekolah seharusnya sudah memiliki cadangan dana untuk memenuhinya. Belum lagi uang saku yang harus diberikan setiap hari untuk jajan anak-anak ketika melewati waktu istirahat. Dari beberapa jenis pengeluaran di atas, Anda bisa berhemat di jenis pengeluaran uang saku anak. Besaran uang saku tidak harus dibatasi dalam bentuk nominal namun harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak sehingga efektif.

Jika Anda memiliki lebih dari seorang anak dan bingung menentukan nominal uang saku untuk masing-masing anak, cara berikut ini bisa Anda gunakan untuk menetapkan uang saku anak sesuai dengan kebutuhannya:

 

  • Ada atau tidak biaya transportasi yang dibutuhkan.

 

Jika anak Anda ada yang menggunakan transportasi umum maka perhitungkan biaya transportasi yang dibutuhkan untuk berangkat hingga pulang. Jika anak Anda akan melakukan perjalanan ke rute yang lain misalnya ke rumah teman untuk mengerjakan tugas kelompok, mintalah ia untuk memberitahukan rencana tersebut sehingga bisa Anda tambahkan uang sakunya.

 

  • Durasi sekolah.

 

Berbeda tingkat pendidikan maka berbeda pula durasi waktu anak di sekolah. Jika anak Anda berada di sekolah melewati jam makan siang, berilah ia uang saku yang lebih sehingga bisa membeli makanan besar di sekolah. Jika tidak maka siapkan bekal makanan agar ia tidak melewatkan jam makan meski tidak membeli di kantin sekolah.

 

  • Harga jajanan sekolah.

 

Beda sekolah beda juga harga jajanan yang disediakan di kantin sekolah. Setidaknya untuk mengetahui hal tersebut Anda bisa sesekali mencoba ke kantin ketika mendaftarkan anak Anda di sekolah tersebut. Dengan begitu Anda bisa mengira-ira berapa uang jajan yang sebaiknya diberikan.

 

Dari beberapa point di atas, Anda bisa memiliki nominal kasar untuk uang jajan anak. Namun sebaiknya Anda juga memberikan uang cadangan atau uang darurat untuk keperluan anak yang tidak biasa. Misalnya Anda memberi dompet darurat dengan nominal tertentu kepada anak dengan memberi tahu dia bahwa uang tersebut hanya digunakan ketika ada keperluan darurat dan uang saku anak telah habis. Karena hanya digunakan saat darurat maka Anda tak perlu memberinya setiap hari. Mintalah pada anak untuk memberitahukan Anda saat uang darurat tersebut sudah digunakan dan penggunaannya sehingga bisa Anda isi kembali.

Itulah beberapa point yang bisa Anda jadikan dasar penetapan uang saku untuk anak Anda. Tak mengapa jika jumlah saku yang diberikan pada masing-masing anak berbeda-beda karena disesuaikan dengan kebutuhan anak tersebut. Lakukan survey kembali jika anak berpindah sekolah atau naik jenjang kelas. Sesuaikan dengan kebutuhannya namun tidak terlalu memberikan kelonggaran sehingga justru bisa digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*