ajahemat January 18, 2018

Siapa bilang first jobber tidak bisa berinvestasi? Memang, gaji yang masih pas-pasan, ditambah kebutuhan-kebutuhan gaya hidup seperti ngopi di kafe yang lagi hits, traveling, dan godaan tiket murah kerap menjadi penghalang dalam berinvestasi, tapi jangan menyerah. Investasi sejak muda merupakan hal penting yang harus dilirik millenial. Lima hal berikut ini bisa menjadi strategi para millenial untuk memulai investasi sebelum usia 30 tahun.

  • Percayalah, makin muda makin untung

Umur sangat berpengaruh ketika melakukan investasi. Semakin muda, maka semakin banyak keuntungan yang diraih dari investasi. Apalagi ketika belum berkeluarga, kamu masih leluasa menyisihkan sebagian dari pendapatan. Ditambah lagi di umur 20-an menjadi saat yang tepat mencoba berbagai macam instrumen investasi. Dari yang minim risiko hingga berisiko tinggi. Selain itu, dengan mulai menyisihkan biaya untuk dana pensiun di umur 20an, tidak akan sebesar memulainya ketika menginjak usia 40 tahun.

  • Punya anggaran yang efektif

Kamu juga harus memiliki anggaran yang efektif, di mana semua kebutuhan terpenuhi dengan baik, termasuk berbagai hal lainnya yang wajib kamu miliki di dalam keuangan (misalnya: tabungan dan investasi). Jangan menyusun sebuah anggaran yang muluk-muluk dan pada akhirnya tidak bisa dijalankan dengan baik di dalam keuangan. Susunlah sebuah anggaran yang masuk akal dan sesuai dengan kondisi keuangan yang dimiliki sekarang. Lakukan hal ini dengan teliti, agar semua kebutuhan terpenuhi dengan tepat dan baik.

  • Pilih produk yang tepat

Memiliki cita-cita sejahtera di masa depan tanpa membuat tabungan adalah hal yang terbilang sedikit “aneh”, mengingat untuk bisa bebas keuangan akan membutuhkan sejumlah dana serta investasi yang tidak sedikit. Lalu bagaimana kamu akan mewujudkannya jika tidak menabung sejak sekarang? Tanamkan prinsip ini: hindari inflas yang rata-rata 2,5% per tahun dengan memilih produk tabungan yang bebas biaya administrasi serta suku bunga bersaing. Jika tabungan masih terbebani dengan biaya administrasi dan bunga yang kecil, maka uang yang disimpan tidak akan memberikan keuntungan tambahan. Coba tempatkan uang kamu pada instrumen deposito. Uang akan ditahan dalam jangka waktu tertentu, tapi tidak akan ada penurunan nilai uang dan ditambah bunga setiap bulannya. Suku bunga deposito pun jauh di atas suku bunga tabungan.

  •  Tetapkan tujuan

Lakukan perencanaan keuangan sejak dini, dengan demikian mimpi untuk memiliki mobil pertama, rumah pertama, modal pernikahan dan mimpi-mimpi lainnya dapat terwujud. Jika kamu sudah punya tujuan yang ingin dicapai, maka berinvestasi akan meningkatkan kecepatan dan kesempatan untuk meraihnya. Rencana keuangan yang jelas akan membuat kamu lebih tenang menjalani kehidupan dan tidur lebih nyenyak!

  • Buat uang kamu aktif bekerja

Untuk mencapai kemandirian finansial, buat uang bekerja untuk kamu. Ide dasar kebebasan finansial adalah mengubah penghasilan aktif menjadi penghasilan investasi dan penghasilan pasif. Penghasilan aktif adalah penghasilan yang didapat seseorang karena menukarkan waktu, tenaga, pikiran dan keringat dengan uang. Gaji yang dihasilkan dari pekerjaan kita termasuk penghasilan aktif. Sementara penghasilan investasi merupakan penghasilan yang didapat seseorang, karena uangnya bekerja dan menghasilkan uang. Contoh, keuntungan yang didapat dari reksadana yang dimiliki atau uang yang dipakai sebagai modal bisnis. Dengan demikian pemasukan tidak hanya dari gaji tapi juga penghasilan tambahan yang signifikan dari menanamkan investasi. Semakin muda berinvestasi, maka semakin cepat uang bekerja untuk diri. Tunggu apalagi?

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*